Thu. Jan 15th, 2026
Asupan Cerita Dewasa
Beban pekerjaan dan pikiran yang sumpek membuat Iqbal (35), yang menjabat sebagai kepala jawatan di sebuah daerah Kabupaten yang cukup maju, memutuskan untuk mengajak Reny (30), istrinya bersama dua anak mereka Liwan dan Bayu, kembar berusia 10 tahun, berlibur ke daerah wisata di luar kota selama sepekan. Dua hari menginap di hotel N di kawasan wisata pantai membuat keluarga Iqbal sejenak melupakan hiruk pikuk kota.
Di sana setiap hari mereka menghabiskan waktu bersama, berenang, latihan diving, dan mengabadikan kegembiraan mereka sekeluarga menggunakan kamera foto dan handycam. Tapi di hari ketiga, Reny merasa kecapaian dan tidak ikut suami dan dua anaknya bepergian. Ia memilih diam di kamar hotel untuk istirahat. Pagi-pagi benar, Iqbal, dan Bayu-Liwan berangkat untuk menikmati indahnya pulau-pulau kecil di sekitar kawasan wisata itu yang harus ditempuh dengan menyeberang perahu boat selama setengah hari.
“Ya sudah mama tinggal saja di hotel, istirahat.. paling besok kita sudah balik,” kata Iqbal saat hendak berangkat.
Ia mengerti benar stamina istrinya kurang fit kalau harus menyeberang menggunakan boat. Bayu dan Liwan mencium pipi mamanya sebelum pergi. Hotel N tempat mereka menginap jauh dari pemukiman penduduk. Tempatnya memang sangat nyaman untuk berlibur menghilangkan suntuk, dengan rindang pepohonan di sekitar hotel dan panorama pantai yang berpasir putih. Hanya saja, keluarga Iqbal datang ke sana saat bukan musim libur, dan suasana hotel memang sedang sepi tamu.
Ini juga yang membuat pengelola hotel memperlakukan keluarga Iqbal secara spesial agar mau menginap lebih lama di sana. Sebab mereka menyewa dua kamar, satu untuk mereka dan satunya untuk anak-anak. Reny bangun sekitar pukul 11 siang, badannya sudah lebih segar dengan istirahat yang cukup. Ia lalu mandi dan menyantap sarapan yang diantar sedari pagi.
Reny tergolong wanita cantik yang di usia ke 35 tubuhnya semakin menggairahkan dari segi seksual. Payudaranya 36D dan tubuh tinggi montok berisi dengan pantat yang seksi dibalut kulit putih bersih. Banyak yang bilang wajah dan perawakan Reny mirip artis Mona Ratuliu. Setelah menikmati sarapannya, Reny mencoba rileks di sofa menonton televisi. Reny mengenakan kaos oblong putih dan celana pendek longgar agar lebih nyaman.
Tayangan kuliner di televisi hampir membuat Reny yang berbaring di sofa terlelap lagi, tapi ketukan pintu kamar menyadarkannya. Mike (27) dan Jere (28), dua orang petugas Hotel itu berdiri di muka pintu saat Reny membukanya.
“Maaf mengganggu bu,” kata Mike ramah. Jere berdiri di belakang Mike.
“Oh nggak apa.. ada apa ya?,” tanya Reny.
“Tadi pagi kami dipesan pak Iqbal, disuruh memeriksa kemari, katanya ada gangguan kerusakan di shower dan saluran pembuangannya?,” jawab Mike.
Mike lalu mengenalkan diri kalau ia dan Jere adalah petugas hotel yang bertanggung jawab jika ada keluhan kerusakan fasilitas hotel.
“Ehm.., oh iya. Tadi sempat ke sini ya? Maaf ya saya bangunnya siangan.. ayo silahkan masuk pak,” Reny baru ingat tadi pagi sempat ngomel-ngomel karena kerusakan di kamar mandi hotel.
Reny menyilahkan dua petugas hotel itu masuk. Tak disangka saat itulah niat bejat dua petugas hotel dan kesempatan yang tersedia di saat Reny seorang diri, membuat Reny diperkosa di kamar sewaan keluarganya.
Pengakuan Reny:
Iqbal, suami Reny bersama anak mereka, Bayu dan Liwan kembali ke Hotel N dua hari kemudian setelah menikmati keindahan pulau-pulau kecil di seberang kawasan pariwisata itu. Malam hari setelah Bayu dan Liwan masuk ke kamar mereka dan tidur, Iqbal mencari tahu apa penyebab istrinya bermuram muka sejak mereka kembali ke Hotel.
“Mama masih sakit ya?, kok diam terus dari tadi,” tanyanya pada Reny.
“Nggak papa, mama sudah sehat. Tapi selama papa dan anak-anak pergi…,” Reny tak melanjutkan ceritanya. Ia tengkurap di ranjang dengan raut sedih, sementara Iqbal dengan sabar menunggu jawaban istrinya itu.
“Ayo teruskan mama, ada apa sebenarnya?,” Iqbal penasaran.
“Mama diperkosa pa..mama diperkosa oleh dua petugas hotel ini..dan sekarang mereka sudah kabur,” isak Reny menjadi-jadi.
Reny pun bercerita bagaimana dua petugas hotel itu datang ke kamar untuk memperbaiki shower. Namun saat kamar tertutup, mereka meringkus Reny dan mengikatnya. Mulutnya disumpal kain dan matanya juga ditutup ikatan sapu tangan. Lalu, mereka memperkosa Reny berkali-kali.
“Apa..??,” Iqbal terkejut bukan main mendengar istri tercintanya digauli secara paksa oleh dua petugas hotel. Ia berusaha menghibur Reny agar tidak trauma, dan berjanji segera melaporkan kejadian itu ke kantor polisi esok harinya.
Rekaman Handycam
Iqbal sangat terpukul mendengar cerita istrinya. Setelah menenangkan Reny dan membiarkan ia terlelap, Iqbal kemudian keluar kamar hotel menuju tepian pantai untuk menyepi sambil merencanakan melaporkan masalah tersebut esok paginya. Tapi, sebelum keluar kamar Iqbal menemukan handycam milik Bayu, anaknya tergeletak di dekat pintu kamar hotel. Handycam itu tidak dibawa ketika Iqbal bersama dua anaknya melancong ke pulau–pulau kecil dua hari lalu. Ia lalu memungut handycam itu dan membawanya keluar.
Di tepi pantai yang sepi itu, Iqbal melamun panjang memikirkan nasib keluarganya. Pergi berlibur untuk melepaskan beban dari himpitan kerja dan hiruk pikuk kota, justru membawa problem yang sangat berat dan aib. Tangannya iseng menghidupkan handycam untuk mengambil gambar bintang di langit malam itu. Namun niat ia urungkan karena pita kaset ternyata penuh. Penasaran, Iqbal kemudian merewind kaset dan memutarnya untuk melihat isinya.
Mata Iqbal terbelalak saat rekaman handycam tertayang di LCD handycam. Ternyata isinya adalah adegan pemerkosaan yang menimpa Reny, istrinya. Reny dalam keadaan terikat, masing-masing tangannya diikat di pojok sisi ranjang membuat posisi Reny terlentang dengan kaki terbuka.
Ia hanya mengenakan celana dalam dan bra berwarna biru muda, sementara mata dan mulutnya tertutup erat dengan ikatan sapu tangan. Tubuh Reny yang putih mulus meronta-ronta di atas ranjang seolah menuntut dilepaskan. Suaranya hanya ehmmm..ehmmm.. seperti berteriak, tapi tak bisa lepas karena mulutnya tersumbat.
“Ha.. ha.. ha.. ini dia.. tante girang yang sudah nggak tahan di atas ranjang,” suara seorang pria terdengar dalam rekaman itu.
Iqbal mengenal suara itu, ya suara itu tak lain dari Jere, bujangan petugas hotel. Nampaknya ia yang memegang handycam dan mengambil gambar Reny di ranjang.
“Eng.. ing.. eng.. ini dia gigolonya..,” kata Jere, di saat yang sama muncul gambar Mike petugas hotel lainnya.
Mike hanya menggunakan kolor putih, di baliknya nampa penisnya yang mulai menonjol tegang. Mike menyeringai di kamera sambil lidahnya menjilati bibir sendiri seakan hendak menyantap makanan lezat.
Mike naik ke ranjang di mana Reny terikat. Ia berlutut di antara kaki Reny sambil tanganya mulai mengusapi kaki mulus Reny. Reny memberontak meronta-ronta, teriakan tertahan terdengar keras.
“Eit.. eit.. percuma tante.. lebih baik tante nikmati saja, ketimbang melawan ntar malah sakit lho.. he..he..he..,” ejek Mike dengan seringai mesumnya.
Mike terus meraba Reny mulai dari kaki, paha, perut, dan kini tangannya mulai menjalar ke payudara Reny yang masih terbungkus bra. Reny terus meronta berusaha melawan, tetapi percuma karena ikatan di tangan dan kakinya sangat kuat menggunakan tali plastik jemuran, semakin kuat ia meronta justru membuatnya semakin sakit pada pergelangannya.
“Kurang aj”, pikir Iqbal saat menyaksikan adegan itu di handycam, tubuhnya bergetar menahan amarah.
Rasanya ia ingin sekali menemukan petugas hotel itu dan menghajarnya habis-habisan. Iqbal melanjutkan menyaksikan adegan di LCD handycam, kini tangan Mike mencabik paksa bra istrinya itu hinga tanggal. Payudara montok Reny sampai tergoncang-goncang. Pemandangan itu membuat Mike makin bernafsu dan seketika bibirnya mulai menjelajahi payudara Reny, bergantian, satu dihisap satu diremas-remas.
“Ehmmhhkk.. ehmhkkk..jangan!!” Reny terus meronta berusaha melawan, tapi Mike tak peduli dan terus melakukan aksinya menikmati payudara wanita cantik itu.
“Eihh.. tenang aja tante.. nanti juga wenak..,” kata Mike sambil tanganya memberi kode ke kamera agar mendekat.
“Waduh.. ini bayi tua lagi netek nih.., cucu mamah gede sih,” suara Jere terdengar dalam rekaman, sementara adegan itu diclose-up, nampak jelas bagaimana lidah Mike bermain di putting susu Reny, sesekali dihisap dengan keras, lalu dijilati lagi pelan perlahan.
Handycam di tangan Jere juga merekam jelas bagaimana putting susu Reny perlahan-lahan mengeras setelah menerima jilatan dan hisapan Mike.
Handycam kemudian diarahkan Jere ke bagian bawah, merekam tangan kiri Mike yang mulai menggerayangi CD Reny. Gambar kkembali diclose-up, pinggul Reny bergerak kencang berusaha menghindari sentuhan Mike, namun percuma. Jemari-jemari kekar Mike mulai menyusup ke balik CD dan menggelitik klitoris Reny, sementara di bagian atas yang tak terekam kamera bisa dipastikan Mike makin bergairah menghisapi susu Reny. Jere menjauh dan mengambil gambar utuh. Mike bergerak membuka penutup mata Reny, lalu ia mencabik CD Reny dan menjilatinya beberapa kali.
“Ha.. ha.. ha.. sudah kubilang, tante pasti suka. Ini buktinya cairan memeknya sudah mulai netes. Makanya jangan melawan ya,” Mike menghisap celana dalam Reny di bagian tengah yang ada bercak basahnya, lalu menghempasnya ke arah kamera.
Jere mengclose-up wajah Reny. Mata Reny melotot marah dan mulutnya yang masih tertutup ikatan sapu tangan mengeluarkan suara tertahan seperti membentak protes.
“Waduh.. si tante makin galak makin seksi nih.. ayo embat aja kang.., ntar gantian kita.., ” suara Jere menyemangati Mike.
“Santai aja Jer.. makin galak makin asyik rasanya. Sekarang kita lihat masih galak nggak kalau itilnya diisapin… Ayo ke siniin kameranya biar lebih jelas gambarnya,”
Mike meremas susu Reny dan menjawil dagunya, Reny semakin marah, lalu Salam mengarahkan kepalanya ke selangkangan Reny. Handycam di tangan Jere mendekat ke selangkangan Reny. Jemari Mike membelai-belai vagina Reny yang sudah telanjang penuh, sementara Reny tetap berusaha melawan dan meronta-ronta. Bibir vagina Reny direngkah dua jemari Mike hingga terbuka, warnanya merah muda dan mulai basah lantaran klitorisnya dimainkan jemari Mike.
“Ini itil namanya Jer.. makin digosok, tante makin kenikmatan.. nggak tahan.. ha ha ha..,”suara Mike bergairah, sementara gambar di LCD menunjukkan jempolnya menekan dan menguyak klitoris Reny.
Bibir Mike kemudian mendekat ke vagina Reny, lidahnya mulai menjulur menjilati klitorisnya. Telapak tangannya menekan bagian atas vagina Reny yang ditumbuhi bulu halus tercukur rapi.
“Hmmm.. sedep bener nih tante. Wangi..nggak ada bau terasinya memeknya nih, ga kaya lonte-lonte di gang itu..he he. Jer kau suting mukanya tante pas aku mainin itilnya ya..,” Mike kembali menjilati vagina Reny, kali ini sambil dihisap-hisap.
Jere mereka ekspresi Reny. Matanya kini terpejam dan mulutnya yang tersumpal masih berusaha teriak, namun tubuhnya sudah lemah tak mampu meronta lagi. Tenaga Reny sudah terkuras karena berusaha melawan ikatan di tangan dan kaki.
“Ehmmhh.. ehmmmhhpp.,” suara Reny melemas juga, rontanya justru menjadi gemulai membuat Mike makin nafsu menghisap vaginanya. Jilatan-jilatan lidah Mike di vagina Reny membuat pikirannya bercabang. Ia mulai merasakan kenikmatan yang tak mungkin dihindari, secara naluriah ia jelas sangat menikmatinya, namun secara moral, bagaimanapun ini perkosaan, apakah pantas ia menikmatinya?
“Ehmm.. kenapa tante? Nikmat ya?,” suara Jere bertanya sambil wajah Reny di close-up. Reny melotot sambil berusaha mengangkat kepalanya, ia berusaha berteriak lagi, memprotes gambarnya direkam Jere.
Iqbal semakin marah melihat adegan itu. Dalam hatinya ia menaruh dendam kesumat pada Mike dan Jere yang mengerjai istrinya. Tapi adegan demi adegan yang dilihatnya di layar LCD handycam juga membuatnya semakin penasaran.
Jere tiba-tiba melepaskan sapu tangan penutup bibir Reny. Tapi Reny justru terpejam dan tak mengeluarkan sepatah kata pun, apalagi teriakan.
“Ayo tante.. mau marah apa? Mau ngomong apa.. ayo teriak lagi?,” suara Jere meledek Reny.
“Ehmm.. jangan.. amphuunnn.. jangan disuting.. amphunnn,” suara Reny memelas dengan nafas yang mulai berat dan mulai terangsang.
“Ampun kenapa tante..?,” suara Jere kembali menggoda.
“Akhhss.. amphuunnnn.. oughhh.. mmpphh..,” mata Reny kembali terpejam, tubuhnya bergetar seperti menahan birahi yang memuncak. Dari LCD handycam, Iqbal bisa menandai ciri-ciri wajah istrinya mulai dilanda gairah seksual.
Di bagian bawah Mike terus menjilati vagina Reny, Jere mengarahkan kameranya di bawah. Kepala Mike seakan terbenam di selangkangan Reny, saat di close-up nampak vagina Reny sudah sangat basah dan cairannya terus dijilati dan dihisap Mike. Pinggulnya bergoyang mengikuti irama jilatan Mike.
“Oughh.. ampphhhuuunnn.. akhhsss..,” suara Reny terdengar.
“Nih suting nih.. nah lihat nih.. tante udah nggak tahan mau dientotin nih..,” kata Mike sambil jemarinya membuka bibir vagina Reny.
Handycam Jere mengclose-up vagina Reny yang terkuak oleh jemari Mike. Terlihat jelas dinding vagina Reny berkedut-kedut dan nampak dibaluri lendir birahinya sendiri. Mike masih menahan vagina Reny dengan jarinya, lalu penis Mike terekam di kamera sudah tegang mengacung dan mulai mendekati bibir vagina Reny.
“Eh Jer.. kau rekam yang lengkap ya.. aku entotin dulu nih tante, ntar kalau aku cabut kontolku.. kau close-up lagi memeknya ya..biar kau lihat bagaimana kalau nih tante puas.. ha ha..,” Mike menyeringai.
Mike mengambil posisi tepat di tengah kaki Reny, dan perlahan menuntut penisnya ke bibir vagina Reny.
“Amphhuunn.. tolong lepaskan saya.. jangan.. tolong jangan lakukan” Reny memelas pasrah, seolah sadar sesaat lagi ia akan disetubuhi pria lain yang bukan suaminya.

BACA JUGA : BERBAGI KENIKMATAN DENGAN TEMAN

“Nah.. begitu dong.. yang halus.. jangan marah marah kayak tadi hah..!! Ayo sekarang mau apa, mau dilepas?. Jer turuti tante ini, lepas ikatan kakinya Jer, cepat..,” Mike tetap pada posisi siap menindih Reny, ujung penisnya sudah menyentuh bibir vagina Reny yang merekah.
“Akhhss.. jangan pak.. amphun.. jangan..,” Reny memelas sejadi-jadinya dengan suara parau saat merasakan benda hangat menempel di bibir vaginanya.
Jere merekam semuanya sambil melepas ikatan di kaki Reny. Dari posisi itu nampak jelas penis Mike sudah menempel di bibir vagina Reny.
“Sudah siap tanthee.. ouh.. sudah siap kubawa ke alam nikmathhh.. ahh..,” Mike menindih tubuh Reny dan memegang kedua pipi Reny agar wajah Reny menghadap ke wajahnya. Pinggulnya mulai ditekan membuat kepala penisnya menembus bibir vagina Reny.
“Ngghhh.. amphuunnn.. jangahhnnn..tolong janganhhh.. engghhhmmm.. ouuhhhhggghhh.. akhhhssss,” suara Reny yang memelas berubah menjadi desahan tak tertahan saat Mike mulai memasukkan penis ke vaginanya dan mulai memompa keluar masuk.
Iqbal melihat bagaimana tubuh mulus istrinya menggelinjang setiap sentakan pinggul Mike terjadi. Reny mendesah tak karuan ditindih tubuh Mike yang kekar. Perawakan Mike agak pendek, penisnya juga lebih pendek dari milik Iqbal. Tapi penis hitam Mike jauh lebih gemuk dan lebih tegar dari milik Iqbal. Jere mengclose-up bagian yang sedang intim itu. Bibir vagina Reny sampai monyong-monyong didera penis Mike. Mike menghentak pinggulnya semakin cepat semakin keras.
“Akhhss.. ouhhh.. ahhhh.. sssttt..ughhh..,” Reny terpejam sambil mendesah menahan nikmat, ia tak sadar wajahnya yang bersemu kemerahan karena terangsang sedang diclose-up oleh Jere.
Jere kemudian menjauh mengambil gambar lengkap. LCD handycam yang dilihat Iqbal menampakkan bagaimana kaki mulus Reny kini justru merangkul pinggul Mike yang semakin cepat memacunya, nafasnya terdengar keras memburu. Desahan Reny juga makin keras, dan kepalanya bergerak ke kanan-kiri.
“Ougghhh.. argghhh.. huh.. nikmat sekalih tubuhmuuhh tannteehhh.. ouhhh.. aaahhhhhkkkk..ouhhh nikhhhmmaaathhhh…,” Mike mencabut penisnya dan berlutut di hadapan Reny dengan kepala menengadah dan tubuh bergetar, sesaat kemudian penisnya menyemburkan sperma sampai ke perut Reny. Mike mencapai puncaknya.
“Waduh.. akang ini belum apa-apa tuh udah ngecrot kemana-mana maninya.., sini gantian.. biar saya ambil alih memuskan si tante” Jere bergegas naik ranjang menggantikan posisi Mike.
Rekaman di handycam sempat goyang menampilkan gambar lantai, cermin rias, dan langit-langit kamar. Kini Mike yang merekam gambar, sementara Jere sudah bugil menindih tubuh Reny. Penis Jere sangat kekar, panjang dan besar. Kotak-kotak kekar di perut Jere menggambarkan keperkasaan, ia memang perenang tangguh di kawasan wisata itu.
“Sudahhh.. amphuunnn.. jangan lagihh.. amphunnnhhh..,” pinggul Reny bergerak ingin menghindari penis Jere yang sudah mengarah ke vaginanya, tapi percuma karena kedua tangannya masih terikat membuat posisinya tertahan terlentang.
“Tenang tante sayang.. kan masih tanggung tadi.. sekarang saya kasih biar tante puas..,” Jere tiba-tiba menindih Reny, ia melumat bibir ranum Reny, meremas susunya, dan mulai menggenjot penisnya keluar masuk ke vagina wanita cantik beranak dua itu. Reny mulai mendesah, gerakan Jere membuat ia kembali terangsang hebat setelah puncak klimaksnya hampir sampai bersama Mike tadi.
Iqbal melihat dari layar LCD bagaimana istrinya mulai hilang kontrol dan tak menyadari sedang berhubungan intim dengan lelaki lain yang memperkosanya. Reny terpejam dengan bibir terus dilumat Jere, malah Reny nampak membalas lumatan-lumatan Jere, nafas mereka sama-sama memburu bercampur desahan.
“Goyang yang keras Jer.. si tante dah mau sampai puncak tuh..,” suara Mike terdengar
Sementara gambar di close-up ke wajah Reny dan Jere yang berpagutan bibir. Jere menggocok semakin kencang, kaki Reny merangkul pinggul Jere seolah ingin hantaman yang lebih sempurna di vaginanya. Dalam hati Iqbal bercampur berbagai macam perasaan, marah, cemburu, sedih, juga terangsang sampai tangannya bergetar memegangi handycam itu
“Oughh.. ghimmana tanntehhh.. enakkhhhss..??,” Jere melepas pagutannya dan terus menggenjot Reny sambil mengeluarkan obrolan nakal
Nampak ludah mereka saling bertaut ketika bibir mereka berpisah. Reny semakin lepas kendali di saat puncak kenikmatan nyaris dirasakannya di bawah himpitan tubuh Jere yang kekar.
“Gimana tanthee.. jawabbbhhh aghhh..,”
“Ngghhhmm ahhsss…,” Reny mendesis. Jere menggenjotnya lebih keras, dan terus meluncurkan pertanyaan mengejek pada Reny.
“Akhhss.. amphunnn.. ahhhsss enakhhhmaaass.. sssttt..,”
“Apa tanthe??? Yang keras bilang..,”
“Ughhh.. ssstnnikkhhmmmaatt.. ssshhh aaahhh.. ihhh..,”
“Enakh digoyanghhh.. ayo bilang..,” Jere terus memancing Reny.
Reny menggelinjang kenikmatan dengan nafas semakin berat memburu. Peluh mereka bercampur menetes. Reny dapat merasakan urat-urat penis Jere yang menonjol itu bergesekan dengan dinding vaginanya. Benda panjang itu demikian keras dan perkasa hingga mampu memabukkanya dalam birahi, sebuah sensasi yang belum pernah dia dapatkan dari suaminya sekalipun.
“Apanya yang nikmat tantehh? Apanya hah? Omong yang jelas!”
“Ssttt.. ahhgg.. konthhh.. tholll.. assttt oughhh..,” Reny menjawab refleks di luar kendalinya.
“Yahhkk begithuu tannthee.. akhhhsss.. nihhhh.. ouh..memekmu juga enakhh loh” Jere semakin liar menggenjot Reny.
Kini kaki kanan Reny diangkat ke bahunya lalu dengan posisi itu Reny kembali dihajarnya. Ia terus menyetubuhi wanita itu sambil tangan satunya meremasi payudaranya yang montok.
“Hajar terus Di!” terdengar suara Mike yang sedang mengambil gambar menyemangati temannya.
“Tanhtee enakhh diapainnn hahh..??,” Jere memacu penisnya semakin cepat, ia mulai merasakan kedutan dari dinding vagina Reny menandakan Reny hampir klimaks.
Mike mengclose up lagi wajah Reny yang terpejam, sementara Jere menggenjot Reny sambil terus bertanya nakal. Mike berusaha melepaskan ikatan tangan Reny sambil terus merekam pertempuran ranjang itu.
“Aghh.. dihennntoothhinnhh aaakhhsss.. ahhh. Amphunnnn uhhh enthooottt.. akhhhsss ouhhh.. sssttt enghhhmmm,”desah Reny.
“Diperkosa ini tanthee.. enakhss diperkosaaa..??,”
“Yeahhh.. akhhsss eeehhhnnn..naaakkhhh.. perkohhssaa..aahhhsss..,” Reny menceracau mengukuti pertanyaan Jere.
Tangan Reny yang sudah lepas dari ikatan bukannya mendorong tubuh Jere tapi justru merangkul leher Jere dan meremasi rambut Jere dari belakang. Dari LCD handycam di tangannya, Iqbal melihat istrinya sudah mencapai klimaksnya, suara Reny terdengar sangat menggairahkan saat itu.
Tanpa sadar penis Iqbal mulai tegang, sungguh tak disangka, istrinya terlihat begitu menikmati hubungan badan dengan pria pemerkosanya dibanding dengan dirinya. Sungguh sebuah ironi tapi tanpa anehnya Iqbal malah terangsang menyaksikan rekaman perkosaan istrinya itu
“Ayooo.. tante.. ahhh.. ayohh..,” Jere juga hampir mencapai klimaks, secara maksimal tenaganya dipacu menggoyang Reny.
Tubuh Reny mulai bergetar hebat dan kakinya seperti kejang merangkul pinggul Jere yang terus bergoyang di atas tubuhnya.
“Akkhsss.. ahhhh.. ammphuuunnnnhhhh.. ssttttt akkhhhsssss… Mmmmphhhmmmm.. emmphhhhpppp,” pertahanan Reny akhirnya bobol, tubuhnya seakan kejang, tangannya menarik rambut Jere, dan kepalanya terangkat meraih wajah pria itu. Saat klimaksnya membludak, Reny justru melumat bibir Jere, memeluk Jere kuat-kuat, melepaskan kedutan-kedutan nikmatnya.
“Akhhh.. ouhh.. yeahhh.. yeahhhh.. ouhhh.. yeaaahhhhh..,” Jere melenguh kejang melepas lumatan Reny. Jere juga mencapai klimaksnya sambil memeluk erat tubuh Reny, mereka berpelukan erat dan saling menekan kenikmatan di vital mereka secara bersamaan, lalu lemas beberapa saat kemudian.
Mike mengclose-up bagian vital itu, perlahan Jere mencabut penisnya. Air sperma Jere terhujam di dalam vagina Reny perlahan menembus keluar meleles di bibir vagina Reny. Jere berbaring di sisi Reny, sementara Mike mengangkangkan kaki Reny dan menguak vagina Reny dengan tangan kirinya, tanga kanannya mereka close up vagina Reny. Iqbal melihat vagina Reny masih berkedut-kedut.
Selanjutnya tampak kamera diatur sedemikian rupa sehingga mengarah ke tengah ranjang, kemudian Mike nampak di layar menghampiri Reny. Kini kedua pria itu menggarap Reny secara threesome, Jere duduk selonjoran sambil bersandar pada kepala ranjang dengan penisnya dikulum oleh Reny, sementara dari belakangnya Mike menyetubuhinya daalam posisi doggie. Sesekali tangan Mike menepuk pantat Reny yang semok itu.
Tiap sodokan penisnya mendorong keluar sperma Jere meleleh di bibir vagina wanita itu. Gambar di handycam kemudian terputus dan menampakkan Reny yang tertidur pulas di ranjang, bugil tanpa ikatan, pada bibirnya masih berbekas cipratan sperma.
“Ya beginilah kondisi nyonya sombong yang sudah kami perkosa sampai puas.. diperkosa malah kenikmatan dia sampe tidur ngorok ha.. ha.. ha..,” suara Mike terdengar.
Jere dan Mike terus mengeksplore tubuh telanjang Reny sambil berkomentar. Dari komentar mereka Iqbal tahu kalau mereka nekad memperkosa Reny karena Reny menyinggung perasaan mereka. Waktu hendak membenahi shower dan kamar mandi, Reny sempat melontarkan kata-kata menyuruh mereka berdua cepat selesaikan pekerjaannya karena Reny tak tahan bau badan mereka.
Tangan Iqbal luruh dan handycam hampir jatuh. Pikirannya kacau setelah melihat rekaman pemerkosaan terhadapa istrinya itu. Bukankah Reny akhirnya menikmati juga?, bagaimana mungkin ini dilaporkan ke polisi?, akan lebih menjadi aib jika nantinya dua pelakunya membeberkan ini suka sama suka. Iqbal berteriak sejadi-jadinya, lalu kembali ke kamar hotel. Setelah memastikan anak-anak sudah tidur lelap, ia menggauli Reny secara brutal membayangkan memperkosa istrinya sendiri.

By adminmarket

Selamat datang di ASUPAN CERITA DEWASA — tempat di mana fantasi liar, hasrat terpendam, dan kenikmatan tersembunyi dituangkan dalam cerita yang membakar imajinasi. Di sini, setiap cerita bukan hanya soal tubuh, tapi tentang permainan emosi, godaan, dan rasa penasaran yang memuncak perlahan… hingga tak terbendung. Dari ibu kost yang menggoda, tante yang tak tahu malu, sampai kisah-kisah rahasia di balik pintu kamar — semuanya kami sajikan dengan detail yang akan membuatmu sulit berhenti membaca. Kamu siap? Jangan cuma bayangkan. Rasakan lewat kata-kata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *